Kutai Barat — DPRD Kabupaten Kutai Barat memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan panitia Bupati Cup 2025 yang melaksanakan tes urine bagi seluruh pemain sepak bola peserta turnamen.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting dalam menjaga dunia olahraga dari pengaruh penyalahgunaan narkoba, sekaligus wujud komitmen nyata pemerintah daerah membina generasi muda yang sehat dan berintegritas.
Anggota DPRD Kutai Barat, Zaenuddin Thaib, menyebut kebijakan tersebut merupakan langkah progresif yang patut dicontoh oleh daerah lain.
“Program ini bukan hanya pengawasan, tapi juga edukasi moral bagi pemain muda kita. Tes urine ini memastikan bahwa olahraga tetap menjadi ruang yang bersih, sehat, dan bebas dari narkoba,” ujar Zaenuddin.
Menurutnya, pelaksanaan tes urine yang berkolaborasi dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutai Barat adalah bentuk pembinaan karakter atlet yang sejalan dengan tema turnamen tahun ini, ‘Dekati Sepak Bola, Jauhi Narkoba.’
“Ini pertama kali dilakukan di Kutai Barat, bahkan mungkin di Kalimantan Timur. Artinya, pemerintah daerah benar-benar serius menjadikan olahraga sebagai gerakan moral bagi generasi muda,” tambahnya.
Zaenuddin berharap upaya seperti ini bisa menjadi kebiasaan di setiap ajang olahraga daerah. Ia juga mengajak masyarakat mendukung gerakan olahraga sehat tanpa narkoba, karena menurutnya, prestasi sejati lahir dari kedisiplinan, bukan dari jalan pintas.
“Olahraga mengajarkan kejujuran dan semangat. Kalau ini terus dijaga, kita bisa melahirkan atlet-atlet berkarakter yang membawa nama baik Kutai Barat,” pungkasnya.