Kutai Barat — Ketua DPRD Kabupaten Kutai Barat, Ridwai SH, menyampaikan apresiasi mendalam kepada ribuan masyarakat yang memadati Alun-Alun Itho pada malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kutai Barat, Kamis (6/11/2025).
Meskipun hujan mengguyur sejak sore, semangat masyarakat untuk hadir dan merayakan tetap tinggi, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan di tengah dinginnya cuaca Sendawar.
Menurut Ridwai, kehadiran masyarakat dalam kondisi tersebut menjadi wujud nyata dari semangat sempekat — filosofi gotong royong dan kebersamaan yang telah menjadi identitas masyarakat Kutai Barat.
“Kita semua menyaksikan bagaimana masyarakat tidak menyerah oleh hujan. Itu menunjukkan bahwa semangat persatuan dan cinta terhadap daerah ini begitu kuat,” ujar Ridwai dengan bangga.
Ia menegaskan bahwa momentum perayaan HUT bukan sekadar pesta rakyat atau hiburan tahunan, tetapi sarana memperkuat hubungan antara masyarakat, pemerintah, lembaga adat, dan DPRD sebagai representasi rakyat.
“Perayaan seperti ini memiliki makna lebih dalam. Ia menyatukan lintas generasi dan etnis, sekaligus menjadi ruang untuk meneguhkan jati diri kita sebagai masyarakat yang berbudaya dan beradab,” tambahnya.
Ridwai juga mengapresiasi penyelenggaraan Festival Dahau 2025 yang dianggap sukses menggabungkan unsur budaya, seni pertunjukan, serta geliat ekonomi rakyat.
Ia menyebut, partisipasi aktif pelaku UMKM dan seniman lokal menjadi bukti bahwa pembangunan berbasis budaya mampu memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Festival Dahau menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kreatif. Masyarakat bukan hanya menikmati hiburan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ketua DPRD menegaskan komitmen lembaganya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program yang mengutamakan pengembangan potensi lokal, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat adat
“Kita ingin memastikan bahwa arah pembangunan Kutai Barat tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga akar budaya dan nilai-nilai sosial yang menjadi kekuatan daerah,” ujarnya.
Ridwai turut mengajak generasi muda Kutai Barat agar lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan seni dan budaya daerah. Ia menilai, keterlibatan anak muda penting untuk menjaga kesinambungan tradisi sekaligus memperkaya kreativitas lokal di era modern.
“Budaya adalah warisan yang membentuk karakter. Jika generasi muda ikut melestarikan, maka Kutai Barat tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga berkarakter kuat,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar semangat kebersamaan yang tampak di malam puncak HUT ini terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Hujan boleh turun, tapi semangat kita jangan pernah padam. Inilah sempekat yang sesungguhnya — bersatu, bergotong royong, dan berjalan bersama demi Kutai Barat yang lebih baik,” pungkasnya.