Kutai Barat — Rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Benua Raya mendapat dukungan kuat dari DPRD Kutai Barat.
Anggota DPRD Kutai Barat, Oktovianus Jack, menilai pemekaran merupakan langkah realistis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, terutama di wilayah Dapil III, yang selama ini masih tertinggal dari kecamatan lain.
“Seribu persen saya mendukung. Pembangunan di wilayah itu sangat tertinggal. Ini aspirasi tulus dari masyarakat yang ingin merasakan pemerataan pembangunan,” tegasnya.
Menurut Jack, kondisi infrastruktur dasar seperti jalan, layanan kesehatan, dan fasilitas pendidikan di wilayah selatan Kutai Barat masih jauh dari memadai.
Padahal, daerah tersebut memiliki potensi ekonomi besar melalui perkebunan, pertanian, dan pertambangan yang menjadi penyumbang penting Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Masyarakat ingin hidup sejahtera dari kekayaan alam yang mereka miliki. Jadi perjuangan ini harus kita dukung karena menyangkut keadilan pembangunan,” tambah politisi Partai Golkar itu.
Ia juga menjelaskan, Panitia Khusus (Pansus) DOB Benua Raya telah menyelesaikan verifikasi administrasi dan kini bersiap turun ke lapangan untuk memastikan kesiapan wilayah dan dukungan masyarakat.
“Setelah semua tahapan selesai, Pansus akan melaporkan hasilnya ke pimpinan DPRD untuk ditindaklanjuti dengan rekomendasi resmi,” terangnya.
Jack menegaskan, perjuangan pemekaran ini bukan semata keinginan politik, tetapi dorongan sosial-ekonomi masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan publik yang lebih cepat dan dekat.
“Kalau daerah baru terbentuk, pelayanan pemerintahan bisa lebih efektif dan rakyat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mengurus kebutuhan dasar,” ujarnya.
Adapun wacana pemekaran Kabupaten Benua Raya meliputi tujuh kecamatan: Bongan, Jempang, Muara Pahu, Penyinggahan, Siluq Ngurai, Muara Lawa, dan Bentian Besar.