DPMDes Kutim Tegaskan Dana RT Rp250 Juta Jadi Instrumen Utama Atasi Kemiskinan dan Stunting
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutim, Basuni

DPMDes Kutim Tegaskan Dana RT Rp250 Juta Jadi Instrumen Utama Atasi Kemiskinan dan Stunting

Oleh Bahroni • 18 November 2025

Advertorial Diskominfo Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan program Bantuan Keuangan Desa (Bankeudes) yang dialokasikan khusus untuk Rukun Tetangga (RT) pada 2025 bukan sekadar distribusi anggaran rutin. Melalui skema ini, setiap RT akan menerima Rp250 juta untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat dari level paling dasar. Kebijakan tersebut diposisikan sebagai langkah strategis untuk mengatasi isu-isu krusial pembangunan daerah, mulai dari kemiskinan hingga penurunan angka stunting.

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMDes) Kutim, Muhammad Basuni, menyatakan bahwa dana besar ini disusun dengan tujuan yang terukur serta langsung menyasar kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, empat pilar penggunaan anggaran tersebut ditetapkan agar setiap RT mampu menggerakkan pembangunan secara terpadu.

 

“Program Bankeudes RT sebesar Rp250 juta ini memiliki empat tujuan. Yang pertama pengentasan kemiskinan, yang kedua akselerasi pemenuhan kebutuhan dasar yang belum dipenuhi desa atau pihak lain,” ungkap Basuni kepada media, Jumat (14/11/2025).

 

Selain kebutuhan dasar, dana ini juga diarahkan pada dua aspek yang selama ini menjadi tantangan sosial ekonomi. “Yang ketiga peningkatan ekonomi masyarakat. Yang keempat untuk menurunkan angka stunting,” tambahnya.

 

Dengan begitu, dana RT dapat digunakan untuk mendukung aktivitas ekonomi mikro, termasuk penguatan usaha kecil warga. Di sisi lain, alokasi ini juga menjadi penggerak program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi keluarga berisiko stunting.

 

Basuni menambahkan bahwa penggunaan dana Bankeudes RT meliputi kegiatan fisik, pelatihan warga hingga dukungan administrasi. Sekitar lima persen dari total anggaran disiapkan untuk operasional RT agar pengurus dapat menjalankan mandat pembangunan dengan optimal.

 

“Peruntukannya banyak sekali, baik fisik, pelatihan maupun operasional RT sekitar lima persen,” ujarnya. (Adv)

👁️ 275 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Memuat cuaca berdasarkan lokasi Anda...

Logo Portal