SANGATTA – Pemangkasan anggaran hingga sekitar 80 persen tak menghalangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) untuk tetap menggelar Festival Magic Land 2025 dengan meriah di kawasan Polder Ilham Maulana, Sangatta. Penyesuaian skala dan konsep acara menjadi strategi utama agar kegiatan seni tahunan ini tetap terlaksana tanpa mengurangi makna pelestarian budaya daerah.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, mengatakan penurunan anggaran menyebabkan perubahan signifikan pada struktur kegiatan. Jika tahun-tahun sebelumnya festival menampilkan dekorasi panggung besar dan durasi acara panjang, tahun ini penataan dibuat lebih sederhana namun diarahkan lebih dekat dengan penonton. Menurutnya, tata panggung menjadi elemen yang paling banyak disesuaikan. Meski dekorasi dipangkas, kualitas pertunjukan tetap dijaga.
Selama tiga hari pelaksanaan, festival menghadirkan Tari Magic Land, Musik Tingkilan, Lomba Tari Kreasi Pedalaman dan Pesisir, Reog Singolawu, wayang orang, fashion show, lomba video kreatif, hingga penampilan band lokal. Sejumlah komunitas seni dari berbagai latar budaya di Kutim berpartisipasi, menjadikan festival ini ruang ekspresi yang inklusif.
Pada hari pembukaan, panitia juga memberikan penghargaan bagi para seniman Kutim yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pengembangan kebudayaan daerah. Program apresiasi ini merupakan agenda rutin Disdikbud sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku seni.
Tak hanya konsep acara yang disesuaikan, kebijakan untuk pelaku UMKM juga mengalami perubahan. Jika tahun sebelumnya fasilitas diberikan secara gratis, tahun ini para peserta UMKM diwajibkan memberikan kontribusi dengan skema subsidi biaya. Kebijakan tersebut dilakukan agar penyelenggaraan tetap berjalan tanpa menghapus ruang bagi pelaku usaha kecil.
Panitia turut melakukan pendataan omset harian UMKM untuk mengukur dampak ekonomi festival. Meski anggaran terbatas, antusiasme masyarakat tetap tinggi.
Area festival ramai didatangi pengunjung dari siang hingga malam, menegaskan bahwa Festival Magic Land masih menjadi salah satu agenda budaya paling dinantikan di Kutai Timur. (Adv)