SAMARINDA — Program pemerataan akses internet di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga Oktober 2025, sebanyak 610 dari total 841 desa di seluruh kabupaten dan kota telah terkoneksi jaringan internet.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyebut capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan inklusif berbasis digital. Ia menilai, keterhubungan internet di wilayah pedesaan tidak hanya mempermudah komunikasi, tetapi juga memperluas akses pendidikan, literasi, dan layanan publik.
“Kehadiran internet di desa-desa sangat strategis. Ini selaras dengan program prioritas Pemprov Kaltim untuk mencerdaskan anak-anak Kaltim dan mempercepat pelayanan publik berbasis digital hingga pelosok,” ujar Rudy di Samarinda, Rabu (29/10/2025).
Menurutnya, digitalisasi dan literasi masyarakat desa saling berkaitan erat. Kehadiran internet menjadi sarana penting untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi generasi muda, terutama di daerah yang selama ini sulit dijangkau informasi.
“Kita ingin setiap desa menjadi Desa Internet, tempat anak-anak Kaltim gemar membaca dan berinovasi dengan dukungan fasilitas digital yang memadai,” tambahnya.
Selain mengandalkan dukungan dari pemerintah, Gubernur Rudy Mas’ud juga mengajak sektor swasta dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kaltim untuk berkontribusi aktif melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kami berharap perusahaan-perusahaan ikut membantu menyediakan akses internet di desa sekitar wilayah operasinya. Ini bagian dari kontribusi bersama untuk mempercepat pemerataan pembangunan,” tegasnya.
Rudy optimistis, dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Kaltim dapat mewujudkan cita-cita sebagai Provinsi Literasi Digital yang maju, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan.