Inovasi Desa Swarga Bara: Wisata Alam, Peternakan, dan Edukasi Menjadi Satu Paket
Kepala Desa Swargabara, Wahyuddin Usman

Inovasi Desa Swarga Bara: Wisata Alam, Peternakan, dan Edukasi Menjadi Satu Paket

Oleh Bahroni • 20 November 2025

Advertorial Diskominfo Kutim

SANGATTA – Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, menghadirkan inovasi pembangunan terpadu dengan mengintegrasikan sektor wisata, peternakan, dan edukasi dalam satu kawasan. Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, menyatakan bahwa pengembangan wisata desa tak hanya bergantung pada inisiatif pemerintah, tetapi juga peran serta warga pemilik lahan.

 

Salah satu contoh suksesnya adalah Bukit Azalea, dikelola warga bernama Cipi, yang menjadi titik wisata favorit. 

“Rata-rata lahan atau lokasi tersebut kan milik perseorangan. Nah, seperti Bukit Azalea yang dimiliki oleh Mas Cipi, kita harus men-support,” ujar Wahyuddin. Dukungan desa diwujudkan dengan menjaga kenyamanan pengunjung, salah satunya memastikan ketersediaan infrastruktur dasar seperti listrik.

 

Kendala saat ini adalah suplai listrik yang masih terbatas. Desa Swarga Bara telah mengajukan permohonan ke PLN, yang kini masih dalam proses persetujuan di Bontang. Meski begitu, ketersediaan air di kawasan wisata dilaporkan sudah melimpah, mendukung kebutuhan operasional lokasi.

 

Selain itu, desa berencana menyatukan kawasan wisata dengan peternakan ayam dan kolam ikan yang sudah berkembang. Konsep ini memungkinkan pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan alam dari Bukit Azalea dan view Sangatta pasca tambang, tetapi juga belajar mengenai peternakan dan perikanan. “Jadi orang bisa melihat atau mengedukasi anak-anak kita, adik-adik dari sekolah-sekolah,” jelas Wahyuddin.

 

Dengan langkah ini, Desa Swarga Bara ingin menciptakan model wisata terpadu yang berkelanjutan, meningkatkan ekonomi lokal sekaligus mendidik generasi muda mengenai potensi pertanian dan peternakan desa. (Adv)

👁️ 236 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Memuat cuaca berdasarkan lokasi Anda...

Logo Portal