Ketua DPRD Kutai Barat: Menyumpit Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Warisan Leluhur yang Harus Dijaga

Ketua DPRD Kutai Barat: Menyumpit Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Warisan Leluhur yang Harus Dijaga

Oleh M. Nur • 28 October 2025

Advetorial DPRD Kutai Barat

SENDAWAR – Lomba menyumpit, olahraga tradisional khas Kalimantan, kembali memeriahkan Festival Dahau ke-26 Tahun 2025 di Taman Budaya Sendawar, Kamis (23/10/2025). Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, didampingi Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai serta unsur Forkopimda.

 

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kutai Barat, Ridwai, menegaskan bahwa menyumpit bukan sekadar olahraga, tetapi merupakan bagian dari warisan budaya yang mencerminkan ketangkasan, kesabaran, dan konsentrasi masyarakat Kutai Barat.

 

“Menyumpit adalah simbol kecerdasan dan keuletan masyarakat adat kita. Melestarikannya berarti menjaga jati diri daerah,” ujar Ridwai.

 

Tahun ini, lomba menyumpit diikuti 10 peserta kategori perorangan serta 30 peserta dalam kategori beregu pria dan wanita. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa tradisi ini masih hidup dan dicintai.

DPRD Kutai Barat, kata Ridwai, berkomitmen untuk terus mendukung program pelestarian budaya melalui kebijakan dan alokasi anggaran yang berpihak pada kegiatan adat dan tradisi lokal.

 

“Kami ingin agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tapi ikut berperan aktif melestarikan budaya daerah,” tegasnya.

 

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, lomba menyumpit juga menarik perhatian wisatawan lokal, memperkuat posisi Festival Dahau sebagai agenda unggulan wisata budaya di Kutai Barat.

 

“Gunakan kemajuan teknologi dan media sosial untuk memperkenalkan budaya Kutai Barat kepada dunia,” pesan Ridwai kepada generasi muda.

👁️ 56 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Memuat cuaca berdasarkan lokasi Anda...

Logo Portal