Pameran Miniatur Nabi dan Rasul di Masjid Al-Faruq Jadi Pusat Edukasi Islam Baru di Kutim

Pameran Miniatur Nabi dan Rasul di Masjid Al-Faruq Jadi Pusat Edukasi Islam Baru di Kutim

Oleh Bahroni • 18 November 2025

Advertorial Diskominfo Kutim

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menghadirkan ruang pembelajaran baru bagi masyarakat dengan membuka pameran miniatur sejarah Nabi dan Rasul di pelataran Masjid Agung Al-Faruq, Minggu (16/11/2025). Pembukaan pameran tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang menilai kegiatan ini sebagai sarana edukasi penting dalam memperkenalkan perjalanan dakwah Rasulullah SAW dan perkembangan Islam dari masa ke masa.

 

Usai meninjau seluruh koleksi, Bupati Ardiansyah menyampaikan apresiasinya kepada Disdikbud Kutim yang telah menghadirkan miniatur sejarah Islam secara lengkap dan tersusun rapi. Ia menekankan bahwa jejak peradaban Islam yang ditampilkan, termasuk sejarah masuknya Islam ke Kutai dan Kalimantan Timur, menjadi pengetahuan penting bagi generasi muda. “Pameran ini mengingatkan kita bahwa Kutim tidak dapat dilepaskan dari sejarah Kutai yang memiliki akar panjang dalam penyebaran Islam,” ungkapnya.

 

Pameran digelar di bangunan miniatur Ka’bah yang berada di area Masjid Agung Al-Faruq. Seluruh miniatur dan koleksi sejarah kini menjadi aset permanen Disdikbud Kutim dan akan terus dibuka untuk umum. Pengunjung dapat menyaksikan miniatur perjalanan Nabi Muhammad SAW, para Rasul, hingga penyebaran Islam di Nusantara dan Kalimantan Timur.

 

Ardiansyah juga menyoroti keberadaan situs sejarah Islam di Sangatta, seperti makam di Kampung Kajang, Sangatta Selatan, yang menunjukkan bahwa dakwah Islam telah hadir jauh sebelum wilayah tersebut berkembang seperti sekarang. Untuk memperluas manfaat pameran, ia meminta Disdikbud bekerja sama dengan sekolah-sekolah agar menjadwalkan kunjungan siswa.

 

Menurutnya, pembelajaran visual akan memberikan pengalaman yang lebih kuat dibanding metode ceramah. “Ini bukan sekadar menampilkan benda, tetapi menghadirkan pengetahuan tentang peradaban Islam secara utuh,” tegasnya. Pemkab Kutim pun berkomitmen untuk terus mengembangkan destinasi wisata edukatif bagi masyarakat. (Adv)

👁️ 236 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Memuat cuaca berdasarkan lokasi Anda...

Logo Portal