Proyek Perkim Kutim Terhambat: Wilayah Luas, Waktu Sempit, hingga Krisis Tukang Jadi Kendala Utama
Kepala Dinas Perkim Kutim, H. Ahmad Iip Makruf

Proyek Perkim Kutim Terhambat: Wilayah Luas, Waktu Sempit, hingga Krisis Tukang Jadi Kendala Utama

Oleh Bahroni • 26 November 2025

Advertorial Diskominfo Kutim

SANGATTA – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah berjibaku menghadapi beragam kendala yang memengaruhi kelancaran pelaksanaan proyek infrastruktur tahun ini. 

 

Kepala Dinas Perkim Kutim, H. Ahmad Iip Makruf, mengungkapkan bahwa persoalan teknis hingga faktor wilayah menjadi penyebab utama lambatnya beberapa progres pekerjaan.

 

Menurut Iip, tantangan terbesar bermula dari kondisi geografis Kutim yang memiliki wilayah sangat luas dengan permukiman yang tersebar di 19 kecamatan. 

 

Situasi ini membuat proses pengawasan, distribusi material, dan mobilisasi tenaga kerja membutuhkan waktu lebih panjang dibanding daerah lain. 

 

“Luas wilayah kita itu tantangan pertama. Kegiatan banyak, sementara jarak antarlokasi jauh-jauh,” ungkapnya.

 

Masalah berikutnya adalah keterbatasan waktu pengerjaan akibat keterlambatan terbitnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Tahun ini, DPA baru terbit pada akhir Oktober sehingga sejumlah kegiatan harus dimulai dalam waktu yang sangat mepet. 

 

“Waktu pengerjaan sangat terbatas, otomatis mempengaruhi progres,” jelasnya.

 

Di sisi lain, kondisi teknis seperti cuaca tidak menentu, keterlambatan pasokan material, serta perebutan tenaga tukang turut memperlambat pelaksanaan proyek. Banyak kegiatan yang berjalan bersamaan membuat kebutuhan tenaga kerja meningkat, sementara jumlah tukang tidak sebanding. 

 

“Material dan tukang sering berebut, apalagi ketika pekerjaan menumpuk,” tambahnya.

 

Meski sebagian proyek menggunakan skema penunjukan langsung (PL), ia menegaskan bahwa Perkim tidak akan memaksakan pekerjaan yang tidak mungkin selesai tepat waktu. 

 

“Kalau memang tidak memungkinkan, tidak kita paksakan. Target realistis kita 50 sampai 70 persen,” tegas Iip.

 

Ia berharap berbagai masalah yang muncul tahun ini menjadi evaluasi penting, terutama terkait penjadwalan anggaran dan penyebaran kegiatan. Perkim tetap memastikan program prioritas seperti pembangunan drainase, jalan lingkungan, perbaikan rumah layak huni, hingga penanganan kawasan kumuh tetap berjalan sesuai kemampuan yang ada. 

 

Ia juga berharap dukungan lintas pihak agar kualitas pembangunan permukiman di Kutim dapat terus meningkat. (Adv)

👁️ 314 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Memuat cuaca berdasarkan lokasi Anda...

Logo Portal