Rinaldi Kafka Tegaskan Hak Pemilik Rumah Biliar Harus Dihormati dalam Tata Kelola POBSI Kukar
Calon Ketua Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kutai Kartanegara, Rinaldi Kafka (foto: Kutairaya)

Rinaldi Kafka Tegaskan Hak Pemilik Rumah Biliar Harus Dihormati dalam Tata Kelola POBSI Kukar

Oleh Boy • 17 January 2026

Daerah

Arusmahakam.id, Tenggarong – Calon Ketua Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kutai Kartanegara, Rinaldi Kafka, menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hak dan kontribusi pemilik rumah biliar sebagai bagian integral dalam ekosistem olahraga biliar di daerah.

 

Menurut Rinaldi, rumah biliar tidak hanya berfungsi sebagai tempat usaha, tetapi juga menjadi ruang pembinaan atlet, arena kompetisi, serta penggerak ekonomi olahraga. Karena itu, setiap kebijakan dan rekomendasi organisasi seharusnya melibatkan pemilik rumah biliar secara adil, setara, dan terbuka.

 

“Pemilik rumah biliar memiliki kontribusi nyata dalam perkembangan biliar di Kutai Kartanegara. Hak-hak mereka tidak boleh dikesampingkan, apalagi diabaikan dalam proses pengambilan keputusan organisasi,” tegas Rinaldi, Sabtu (17/1).

 

Ia menilai dinamika yang mencuat dalam Musyawarah Cabang (MUSCAB) POBSI Kukar 2026 menjadi sinyal bahwa komunikasi internal dan mekanisme partisipasi masih perlu dibenahi. 

 

Menurutnya, organisasi olahraga harus dibangun di atas prinsip transparansi, musyawarah, dan keadilan, bukan melalui keputusan sepihak.

 

“POBSI tidak boleh tumbuh di atas ketidakpuasan dan rasa ketidakadilan. Jika ada keberatan, maka harus dibuka ruang dialog, diuji faktanya, dan dicarikan jalan tengah yang adil bagi semua pihak,” ujarnya.

 

Rinaldi juga mengingatkan bahwa penataan organisasi memang harus berlandaskan aturan dan legalitas. Namun, penerapan regulasi tidak boleh dilakukan secara kaku tanpa mempertimbangkan realitas di lapangan serta kontribusi pihak-pihak yang selama ini menopang pembinaan biliar di daerah.

 

“Ketertiban administrasi itu penting, tetapi pendekatannya harus persuasif dan solutif. Tugas POBSI adalah membina dan merangkul, bukan semata-mata menertibkan,” kata Rinaldi.

 

Ia menyambut baik keputusan penundaan MUSCAB POBSI Kukar sebagai langkah meredam ketegangan dan membuka ruang evaluasi bersama. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk menyusun mekanisme organisasi yang lebih inklusif agar semua pihak merasa dihargai dan dilibatkan.

 

“POBSI Kukar ke depan harus menjadi rumah bersama. Rumah yang adil bagi atlet, pengurus, wasit, dan juga pemilik rumah biliar. Hanya dengan kebersamaan, prestasi bisa lahir,” pungkasnya.

 

Rinaldi menegaskan, apabila dipercaya memimpin POBSI Kukar, ia berkomitmen mendorong tata kelola organisasi yang transparan, partisipatif, serta berorientasi pada pembinaan berkelanjutan dan prestasi jangka panjang.

👁️ 89 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Memuat cuaca berdasarkan lokasi Anda...

Logo Portal