Sambut IKN, Ketua KNPI Kukar Dorong Pendirian BLKI dan Optimalisasi CSR
Narasumber Dialog Publik

Sambut IKN, Ketua KNPI Kukar Dorong Pendirian BLKI dan Optimalisasi CSR

Oleh Boy • 30 November 2025

Daerah

ArusMahakam.id, Tenggarong – Ketua KNPI Kutai Kartanegara, Rian Tri Saputra, mendorong pemuda Kukar agar dipersiapkan secara serius untuk menyambut perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Ia menyoroti tiga hal utama yang mendesak dilakukan yakni penguatan pelatihan tenaga kerja, pendirian Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) di Kukar, serta pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk pembangunan sumber daya pemuda.

 

Dalam Diskusi Publik bertema “Menata Masa Depan Kukar, Menciptakan Kemandirian Ekonomi dan Keberlanjutan Fisikal di Era Penyangga IKN dan Keterbatasan DBH” yang digelar di Food Court Unikarta, Sabtu (29/11/2025), Rian menyampaikan  bahwa perpindahan IKN harus menjadi momentum bagi generasi muda Kukar.

 

“Perpindahan IKN harus membawa peradaban baru bagi pemuda Kukar,” ujar Rian di hadapan beberapa narasumber dari berbagai lembaga seperti pemerintahan, legislatif, hingga akademisi itu. Rian menyoroti ketiadaan BLKI sebagai hambatan dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.

 

Kutai Kartanegara merupakan wilayah yang dikelilingi industri besar seperti tambang dan migas.

Ia menegaskan bahwa tanpa pelatihan, pemuda Kukar akan kesulitan bersaing di pasar tenaga kerja IKN.

 

“Tenaga kerja itu harus dilatih. Anak muda harus diberi pelatihan agar tidak seperti tikus mati di lumbung padi,” tegas Rian.

 

Karena itu, ia mendorong agar pendirian BLKI tidak mengandalkan APBD semata, melainkan dapat diwujudkan melalui CSR perusahaan. 

Sejumlah perusahaan besar memiliki kapasitas untuk mendukung pembangunan fasilitas pelatihan tersebut.

 

“Jika CSR diarahkan untuk BLKI, dampaknya langsung. Pemuda bisa dilatih lalu terserap bekerja di perusahaan yang sama” Rian menilai CSR perusahaan selama ini belum fokus pada pemberdayaan pemuda.

 

Dirinya berharap DPRD Kukar dapat membantu untuk membuka ruang dialog melalui rapat dengar pendapat (RDP) dengan perusahaan tambang dan migas.

 

Menurutnya, keberlanjutan CSR harus dijalankan tanpa menguras APBD.

“Harapan kita DPRD bisa mendukung dengan RDP bersama perusahaan agar CSR bisa disalurkan tanpa memakai APBD,” katanya.

 

Ia juga menyampaikan perpindahan IKN membawa tiga konsekuensi besar yaitu pemerataan pembangunan ekonomi, peningkatan kebutuhan tenaga kerja terampil, dan peluang besar bagi pengusaha muda lokal.

Ia mengingatkan bahwa selama puluhan tahun SDA dari Kukar, justru banyak terserap membangun Pulau Jawa.

 

Pemuda Kukar tidak boleh kembali “kecolongan”. Selain tenaga kerja, ia menekankan pentingnya melibatkan pengusaha muda lokal dalam rantai suplai pembangunan IKN agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati pihak luar. Meskipun Kukar tengah menghadapi defisit anggaran, program pengembangan SDM tetap harus diprioritaskan “Defisit anggaran bukan alasan berhenti berjuang. Kita harus lebih kreatif mengawal kepentingan pemuda,” ucapnya.

 

Rian membeberkan saat ini, KNPI Kukar menaungi ratusan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang akan mendorong audiensi bersama DPRD, pemerintah, serta perusahaan tambang dan migas untuk memastikan CSR lebih diarahkan pada pembangunan kapasitas pemuda, bukan hanya pada pembangunan infrastruktur. 

 

"Harapan kita sebagai KNPI Kuta Kartanegara  saat perpindahan IKN nanti, pemuda Kukar Tidak hanya menjadi penonton tetapi harus menjadi aktor perubahan," pungkasnya.

👁️ 48 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Memuat cuaca berdasarkan lokasi Anda...

Logo Portal